Full Body Workout, Kelebihan dan Manfaatnya

Memilih atau menentukan program latihan beban yang cocok untuk anda bisa menjadi hal yang sangat membingungkan, apalagi bila anda tergolong pemula, yang baru ingin mulai menjalani program altihan beban secara teratur. Walaupun membingungkan, memilih program sebenarnya merupakan proses yang sederhana dengan hanya 1 pertanyaan:

Apakah program yang kita gunakan akan memberikan kita hasil yang diinginkan? Karena kita semua memulai latihan untuk mendapatkan sebuah hasil bukan?

Tentunya setiap program mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, yang penting untuk diperhatikan adalah perbandingan kelebihan dan kekurangannya (apalagi dengan semakin maraknya kehadiran program-program yang memiliki berbagai macam kekurangan tapi hampir tidak ada kelebihan)

Tidak mungkin untuk membahas setiap program satu per satu disini (pembahasan beberapa program latihan lain bisa ditemukan disini). Karena itu, saya akan fokuskan pembahasan kali ini ke salah satu program yang cukup umum digunakan, yaitu program “Full Body”. Dari pembahasan ini, kita akan bisa melihat apakah program ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan anda.

Program “Full body”, berbeda dengan program “Body Split” yang hanya melatih 1 atau 2 jenis otot per sesi latihan, adalah program latihan yang melatih seluruh bagian tubuh dalam 1 sesi latihan terutama otot-otot besar (major) seperti dada, punggung, paha depan, dan paha belakang (glutes & hamstring). Tentu saja otot-otot lain (yang bukan tergolong major) juga akan terlatih dengan program ini seperti perut, betis, atau bahu.

Berikut adalah karakteristik dari program “Full Body”:

  • Lebih Hemat Waktu. Dengan program “Full Body”, anda bisa melatih seluruh bagian tubuh dalam 1 sesi. Dengan begitu, frekuensi latihan pun bisa lebih rendah dibandingkan dengan program “Body Split”. Umumnya, frekuensi minimal untuk “Full Body” adalah 2 kali seminggu, sementara “Body Split” umumnya membutuhkan frekuensi latihan 3 kali seminggu
  • Rasa Pegal-Pegal yang Merata. Karena volume latihan terbagi-bagi ke banyak bagian tubuh, rasa pegal-pegal pun lebih merata dan tersebar. Tidak seperti “Body Split” yang rasa pegalnya akan terpusat hanya pada otot yang dilatih, “Full Body” akan memberikan rasa pegal yang lebih merata di seluruh bagian tubuh (tapi dengan intensitas yang secara keseluruhan juga lebih rendah tentunya).
  • Lebih cocok untuk pemula . Untuk pemula, menjalani 2 sampai 3 gerakan latihan untuk melatih otot yang sama akan sangat-sangat sulit karena otot tubuh yang masih kurang terlatih (ketahanan dan stamina otot masih rendah). Jadi, akan lebih baik jika beban latihan didistribusikan ke berbagai bagian tubuh.
  • Melatih Teknik Dasar Latihan Beban. Dengan program “Full Body”, anda akan menjalani minimal 1 gerakan latihan untuk setiap bagian tubuh di setiap sesi latihan. Dengan begitu, anda akan lebih cepat belajar teknik dasar bagaimana menggunakan otot-otot di seluruh tubuh anda untuk mengangkat beban. Salah satu alasan lagi mengapa program ini cocok untuk pemula.

source : https://duniafitnes.co.id/training/4-alasan-kenapa-harus-lakukan-full-body-workout.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X