Mitos Bagi Wanita Yang Fitness

Buat kalian para wanita, pastinya ingin memiliki bad ideal. Nah Fitness memang dapat menjadi cara bagi kalian para wanita untuk mendaparkan tubuh ideal. Namun kerap kali, mitos-mitos tentang wanita yang fitness membuat banyak wanita memilih untuk berdiet saja tanpa melakukan fitness. Atau memilih olah raga lainnya seperti Zumba atau Yoga. Padahal yang namanya mitos sudah pasti harus dipertanyakan dan di cek kembali kebenarannya. Merikut adalah beberapa mitos tentang wanita yang melakukan Fitness.

Badan Jadi Berotot Seperti Pria

Memang benar mengangkat beban yang berat dapat meningkatkan kekuatan dari wanita tetapi tidak berarti itu akan membuat dia terlihat berotot seperti pria. Wanita hanya menghasilkan sebagian kecil sel hormon untuk membentuk otot tubuh dibandingkan pria.

Bahkan atlet wanita profesional juga tidak bisa membentuk otot layaknya binaragawan pria. Kecuali tentu jika mereka menyuntikan hormon ke dalam tubuh mereka untuk meningkatkan hormon testoron mereka alias steroid.

Justru dengan mengangkat beban yang lebih berat akan dapat membantu tubuh anda untuk membakar lemak lebih cepat dan juga membuat anda lebih kuat dan fit. Maka dari itu jangan lah takut untuk mengangkat beban.

Hormon pembentuk otot itu testoterone , dan wanita memiliki hormon testoterone 10x lipat lebih sedikit dari pria. Bayangkan pria saja sulit kok membuat otot, berapa dari teman kalian yang sudah nge gym bertahun – tahun tapi badannya gitu – gitu aja?

Tidak ada ototnya atau tidak jadi ? Angkat beban dapat meningkatkan metabolisme, menstabilkan berat badan dan membentuk tubuh kalian.

Otot Akan Menjadi Lemak Jika Berhenti Fitness

Ketika anda mengatur pola makan anda dengan baik dan berolah raga secara rutin, otot dapat berkembang sesuai dengan latihan yang di lakukan, proses ini disebut hypertrophy. Tetapi jika seseorang berhenti melakukan olah raga rutin, efek keterbalikan akan terjadi yaitu antrophy. Yaitu proses otot menjadi lebih kecil.

Sel otot yang berkurang tidak dapat berubah menjadi lemak, mereka hanya menyusut. Jika kita meninggalkan pola hidup sehat dan beralih ke makanan yang mengandung lemak dan kalori yang berlebihan.

Perbandingan massa otot dan lemak akan terbalik, massa lemak lebih besar dari massa otot, sehingga lemak itu dalam jangka lama akan menjadi solid dan menutupi otot Anda. Ini mengapa tangan, perut atau kaki Anda seperti jelly.

Dan lemak itu walaupun beratnya sama dengan otot akan terlihat lebih besar.

Adapun saran dari kami bagi Anda yang memang memutuskan untuk berhenti fitness, pola makan yang baik dan juga olah raga yang rutin amat penting. Jika Anda tidak sempat untuk olah raga rutin, setidaknya coba untuk menjaga pola makan Anda.Olahraga itu lifestyle , kalau sudah maintain olahraga seminggu 2x juga cukup kok.

Dan Bagi yang sudah jadi badannya jangan tidak olahraga lebih dari 3 minggu ya , nanti massa otot menurut. Otot kan terbentuk dari tekanan atau resistensi. Ketika 3 minggu kamu tidak ada tekanan atau tantangan . Tentu dia akan beradaptasi dan hilang ototnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X